Dikbud Malut Dukung Siswa-siswi Masuk Catar Akpol

Home / Pendidikan / Dikbud Malut Dukung Siswa-siswi Masuk Catar Akpol
Dikbud Malut Dukung Siswa-siswi Masuk Catar Akpol Plt Kadikbud Malut Jafar Hamisi (Foto: Wahyudi Yahya/TIMES Indonesia)

TIMESMALUKU, MALUKU UTARA – Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara (Dikbud Malut) Jafar Hamisi menyatakan siap mendukung siswa-siswi SMA yang memiliki bakat dan minat mengikuti penjaringan Calon Taruna Akademi Kepolisian (Catar Akpol).

Hal ini disampaikan Jafar kepada Reporter Times Indonesia usai mengikuti sosialisasi penerimaan Catar Akpol oleh Polda Malut di kantor Dikbud, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, penjaringan Catar Akpol jika dilakukan lebih awal maka persiapan siswa-siswi yang baru saja lulus sekolah itu jauh lebih matang. Berbeda jika persiapannya hanya satu atau dua bulan jelang seleksi.

"Makanya start dari awal ini supaya siswa itu lebih menyiapkan diri begitu," ujarnya.

Jafar mengatakan sekolah akan melakukan penjaringan siswa yang memiliki minat dan bakat untuk menjadi anggota kepolisian, kemudian nama-nama itu diserahkan ke Dinas dan Polda Malut untuk dilakukan pembinaan.

Dinas Pendidikan lanjut Jafar, akan membantu menyiapkan administrasi para siswa-siswi, begitu juga dengan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemuda dan Olahraga. Kolaborasi ini akan diperkuat dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Gubernur Abdul Gani Kasuba dan Kapolda Malut dalam waktu dekat.

"Tadi (draf MoU) sudah disiapkan oleh Biro Hukum, cuma ada yang perlu diperbaiki sehingga sementara proses," ucapnya.

Sebelumnya, Karo SDM Polda Malut Kombes Pol Satria Yusada menegaskan penerimaan Catar Akpol di seluruh Indonesia khususnya di Maluku Utara dilakukan secara transparan.

"Tidak ada itu titipan, kita lakukan secara profesional dan sangat transparan," kata Kombes Pol Satria saat memberikan sosialisasi kepada kepala sekolah SMA yang berasal dari Kota Tikep, Kabupaten Halbar dan Kota Ternate.

Pelaksanaan rekrutmen terpadu selama tiga tahun terakhir putra putri daerah asal Maluku Utara kuota panggil minim disebabkan beberapa faktor diantaranya kualitas daya saing SDM yang tidak terlatih, dibandingkan dengan peserta daerah lainnya.

Hal tersebut disebabkan selama ini tidak dilakukan pembinaan dan pelatihan sebelum tes Catar Akpol inti dilaksanakan. "Oleh karena itu untuk meningkatkan daya kompetisi dan kualitas unggul yang maksimal maka perlu upaya pelatihan dan pembinaan," ujarnya (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com