Sukses Gelar Pemilu 2019, KPU Malut Beri Penghargaan kepada Stakeholder

Home / Berita / Sukses Gelar Pemilu 2019, KPU Malut Beri Penghargaan kepada Stakeholder
Sukses Gelar Pemilu 2019, KPU Malut Beri Penghargaan kepada Stakeholder Penyerahan piagam penghargaan kepada Gubernur Abdul Gani Kasuba (Foto: Humas Pemprov Malut for TIMES Indonesia)

TIMESMALUKU, MALUKU UTARA – Komisi Pemilihan Umum Daerah Maluku Utara (KPU Malut) memberikan penghargaan kepada stakeholder yang turut mensukseskan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilihan Legislatif tahun 2019 (Pemilu 2019).

KPUD memberikan penghargaan kepada GubernurAbdul Gani Kasuba Ketua DPRD Kuntu Daud, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Kabinda, Kapolda, Danrem 152/Babullah, Danlanal Ternate, Rektor Unkhair, Rektor IAIN, Rektur UMMU, Ketua STIKIP, Ketua Bawaslu, Kepala RRI Ternate, Ketua KPID, Ketua AJI Ternate, Ketua PWI Malut dan Ketua KIPP Malut

Gubernur dalam sambutan singkatnya menyampaikan terimakasih kepada seluruh penyelenggara pemilu yang ada di Maluku Utara.

"Saya ucapakan terimakasih kepada KPUD dan seluruh penyelenggara lainnya, yang telah menyukseskan Pilpres dan Pileg dengan baik dan bijaksana," kata Gubernur Selasa (3/12/2019) di Grand Dafam Ternate.

Gubernur mengisahkan, bahwa pada hajatan Pilkada yang lalu, dirinya juga turut serta menjadi kontestasi dalam hajatan politik itu. Namun, hanya satu yang diinginkan adalah daerah Maluku Utara harus aman.

"Beberapa tahun yang lalu, Malut pernah melaksanakan Pilkada terlama (sengketa dan konflik politik), olehnya itu jangan lagi terulang kembali, karena cukup menguras energi kita semua," ujarnya.

Dirinya bertekad siap terima kekalahan, asalkan jangan lagi ada darah dan air mata masyarakat yang tertumpah di negeri ini. "Niat saya hanya satu. Yang terpenting negeri ini aman," ungkapnya.

Selain itu Gubernur juga menegaskan kepada seluruh penyelenggara pemilu agar selalu kedepankan kejujuran dan keadilan.

"Pada tahun 2020 nanti, beberapa Kabupaten/Kota akan melangsungkan Pilkada, saya harapkan agar hajatan Pilkada nanti dapat berlangsung secara jujur, adil dan demokratis," pintanya.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder dan unsur Forkopimda yang telah berjuang keras mengamankan jalannya proses Pileg dan Pilpres di Malut ini.

Gubernur juga menyentil soal sengketa 6 (enam) Desa yang diperebutkan Halmahera Barat dan Halmahera Utara untuk segera diakhiri. "Khusus 6 Desa, agar Bupati Halbar dan Halut dapat menerima apa yang telah menjadi keputusan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, sehingga daerah ini aman," katanya.

Sementara itu Ketua KPU Malut, Pudja Sutamat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses Pemilu 2019 telah dilaksanakan dengam sukses, lancar dan aman. Hal itu ditandai dengan telah dilantiknya seluruh anggota terpilih DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi, Pusat dan DPD RI serta Presiden dan Wakil Presiden.

"Semua ini merupakan hasil kerja keras kita bersama (para stakeholder, unsur Forkopimda dan pemerintah daerah) dalam mendukung kinerja para penyelenggara di semua tingkatan, sehingga Pemilu bisa sukses," katanya.

Dirinya mengatakan bahwa, saat ini Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Malut berada pada angka 72 persen, dengan angka ini maka telah terjadi pertumbuhan IDI di Malut ke arah yang semakin hari semakin baik.

"Angka minimal IDI secara nasional mencapai 80 persen. Dan khusus untuk Malut sendiri dengan angka 72 persen itu, menjadi catatan khusus agar ke depan semakin baik lagi hingga mencapai angka 80 persen tersebut," janjinya.

Ketua KPU Malut ini  menambahkan, bahwa saat ini tahapan Pilkada di Malut sudah mulai dilakukan, dimana telah diumumkan syarat terkait dengan jalur perseorangan (independen) dan termasuk juga pemutakhiran data para pemilih. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com