Kementerian PUPR RI Targetkan Lima Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Beroperasi pada 2020

Home / Berita / Kementerian PUPR RI Targetkan Lima Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Beroperasi pada 2020
Kementerian PUPR RI Targetkan Lima Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Beroperasi pada 2020 Ilustrasi Pembangunan Jalan tol Trans Sumatra (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESMALUKU, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Kementerian PUPR RI) akan terus melanjutkan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.974 Km dari Lampung hingga Aceh yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2024. Tercatat, sebanyak lima ruas Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 311,26 km ditargetkan operasional tahun 2020.

Keempat ruas tersebut yakni Tol Sigli-Banda Aceh (74 km); Medan-Binjai Seksi 1 (Simpang Susun Helvetia-Simpang Susun Tanjung Mulia) sepanjang 6,27 km; Pekanbaru-Dumai (131,4 km); Padang–Pekanbaru Seksi I Padang-Sicincin (30,4 km); dan Tol Kayuagung-Palembang-Betung seksi 2 dan 3 Jakabaring-Betung (69,19 km). 

Tol-Trans-Sumatra-5.jpg

"Pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli merupakan salah satu ruas Tol Trans Sumatera yang menjadi proyek strategis nasional. Dengan dibangunnya tol ini, akan memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Sigli dari sekitar 2-3 jam menjadi 1 jam perjalanan," ujar Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono, Senin (18/11/2019).

Secara keseluruhan ruas tol Banda Aceh-Sigli ini nantinya akan terbagi enam seksi dengan total investasi sebesar Rp 12,35 triliun. "Progres konstruksinya saat ini sebesar 20% dan ditargetkan rampung akhir 2020," imbuhnya. 

Sementara Jalan Tol Medan-Binjai Seksi 1 (Simpang Susun Helvetia Simpang Susun Tanjung Mulia) merupakan bagian dari Jalan Tol Medan-Binjai Seksi 2-3 ruas Helvetia-Binjai sepanjang 10,46 Km yang telah beroperasi sejak Oktober 2017 lalu, dengan progres konstruksi 91,98%.

Pengusahaan Tol Medan-Binjai merupakan bagian dari penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai investasi Rp 2,5 triliun, di mana sebesar Rp 1,9 triliun untuk biaya konstruksi.  

"Jalan tol yang menghubungkan Kota Medan dan Kota Binjai ini dibangun untuk meningkatkan konektivitas guna memperlancar distribusi logistik barang dan jasa, serta memperkuat struktur kawasan perkotaan metropolitan Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo," kata Menteri Basuki. 

Selanjutnya yaitu Jalan tol Pekanbaru-Dumai yang terbagi menjadi enam seksi dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 16,211 triliun juga ditargetkan selesai pada tahun 2020.

Keenam seksi tersebut yakni seksi I Pekanbaru-Minas (9,5 km); seksi II Minas-Petapahan Kandis Selatan (24 km); seksi III Petapahan-Kandis Utara (17 km); seksi IV Kandis-Duri Selatan (26 km); seksi V Duri Selatan-Duri Utara (28 km); dan seksi VI Duri Utara-Dumai (25 km).  

"Saat ini progres konstruksi keseluruhan enam seksi tersebut sebesar 74,2 %," katanya. 

Ruas tol selanjutnya yang direncanakan dapat operasi pada tahun 2020 adalah Padang–Pekanbaru Seksi I Padang–Sicincin (30,4 km) dengan progres konstruksi saat ini 10,03%. Ruas/segmen ini merupakan bagian dari Jalan Tol Padang-Pekanbaru sepanjang 254,8 km yang membutuhkan investasi sebesar Rp 80,41 triliun dengan target penyelesaian selama lima tahun (2018-2023).

Tingginya biaya investasi, di samping karena jaraknya cukup panjang, juga akan dibangun lima terowongan dengan total panjang 8,95 km yang menembus pegunungan Bukit Barisan. Saat ini PT Hutama Karya yang mendapatkan penugasan dari Pemerintah sedang melakukan pengadaan kontraktor untuk segmen Pekanbaru-Bangkinang (35 km).

Ruas terakhir pada Jalan Tol Trans Sumatera yang direncanakan Kementerian PUPR RI untuk beroperasi pada tahun 2020 adalah Tol Kayu Agung-Palembang-Betung seksi 2 Jakabaring-Musilindas  (24,9 km) dan seksi 3 Musilindas-Betung (44,29 km). Saat ini progres konstruksi masing-masing, 49,89% dan 5,85% (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com