Dewan Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-20 Provinsi Maluku Utara

Home / Berita / Dewan Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-20 Provinsi Maluku Utara
Dewan Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-20 Provinsi Maluku Utara Foto bersama Gubernur dan Forkopimda usai Rapat Paripurna Istimewa. (Foto: Wahyudi Yahya/TIMES Indonesia)

TIMESMALUKU, MALUKU UTARA – DPRD Maluku Utara menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka HUT ke-20 Provinsi Maluku Utara tahun 2019. Rapat berlangsung sekira pukul 13:20 WIT, di ruang rapat paripurna DPRD, Sofifi, Sabtu (12/10/2019).

"Rapat Paripurna dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku Utara yang ke-20 tahun 2019 pada hari ini dengan resmi saya nyatakan dibuka, dan terbuka untuk umum," ucap ketua DPRD sementara Kuntu Daud membuka rapat paripurna, yang dampingi wakil ketua sementara Ratna Marsaoly

Gubernur Abdul Gani Kasuba kemudian dipersilakan menyampaikan pidato dihadapan para anggota DPRD, Forkopimda, dan masyarakat yang hadir pada paripurna tersebut.

Dalam pidatonya Gubernur mengatakan HUT Provinsi Maluku Utara, selain merupakan peringatan tonggak sejarah untuk mengenang jasa para pejuang pendahulu, juga sekaligus dijadikan sebagai momentum untuk melakukan refleksi, evaluasi, koreksi dan introspeksi.

Foto-bersama-Gubernur-dan-Forkopimda-b.jpg

"Refleksi diperlukan sebagai gambaran, cerminan untuk melihat kembali proses yang telah dijalani untuk dapat menarik pembelajaran ke arah yang lebih baik ke depan. Evaluasi diperlukan untuk mengukur seberapa jauh capaian kinerja yang menjadi tanggungjawab kita," ucap Gubernur.

Dikatakan dalam konteks rencana pembangunan jangka panjang daerah, pada usia 20 tahun ini, Malut berada pada fase akhir tahapan ke-3, yakni Tahap Pengembangan kurun waktu 2015-2020. Tahapan ini dilaksanakan tidak terlepas dari berbagai dinamika tahapan sebelumnya yakni tahapan Peletakan Dasar pada kurun waktu 2005-2010, Tahap Pemantapan pada kurun waktu 2010-2015. Kemudian lima tahun ke depan kurun waktu 2020-2025 akan memasuki tahap ke-4, yakni Tahap Penciptaan Daya Saing Berkelanjutan.

Memasuki usia yang ke-20, pembenahan yang dilakukan di berbagai bidang telah menunjukkan hasil diantaranya berupa peningkatan kinerja ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun 2000 berada pada titik yang paling rendah yaitu minus 3,45 persen, namun pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Malut mencapai angka positif 7,92 persen, tercatat lebih tinggi dari nasional yang sebesar 5,17 persen, dan pada triwulan dua tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Maluku Uatara sebesar 7,49 persen.

Dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah, lanjut Gubernur, Pemprov akan tetap mendorong kebijakan pengelolaan potensi keluatan-perikanan, pertanian, perkebunan, pertambangan dan pariwisata. Selain itu Pembangunan infrastrutkur wilayah dan konektivitas antardaerah dan antarpulau dalam wilayah Provinsi Maluku Utara akan terus menjadi perhatian.

"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Utara terus meningkat, pada tahun 2013 sebesar 64,78 meningkat menjadi 67,76 pada tahun 2018. Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan kesejahteraan pada aspek kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat," beber Gubernur.

Selain itu, Indikator makro pembangunan lainnya adalah kemiskinan yang menunjukkan persentasi menurun. Pada tahun 2005 jumlah penduduk miskin di Maluku Utara sebesar 118 ribu orang turun menjadi 84,60 ribu orang pada Maret 2019 atau 6,77 persen. Angka tersebut menunjukkan kinerja yang baik.

Pada aspek ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. TPT Maluku Utara pada Februari 2019 tercatat sebesar 5,09 persen, naik 0,44 persen poin dibandingkan TPT pada Februari 2018. Indeks gini rasio yang sering digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh, dapat diketahui pada tahun 2018 Gini Rasio Provinsi Maluku Utara sebesar 0,33.

"Capaian Pembangunan Daerah yang tergambar pada lima indikator makro pembangunan tersebut, dan atau semua kemajuan yang telah kita capai, adalah berkat kerja keras seluruh aparatur pemerintah pada semua level yang didukung oleh seluruh elemen masyarakat," tukasnya.

Pantauan Reporter Times Indonesia, suasana rapat paripurna istimewa HUT ke-20 provinsi Maluku Utara begitu hangat. Usai paripurna, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Kuntu Daud dan diberikan kepada Gubernur Abdul Gani Kasuba.

Tampak hadir di rapat paripurna istimewa HUT ke-20 provinsi Maluku Utara tersebut Gubernur Abdul Gani Kasuba dan ibu, Wakil Gubernur M Al Yasin Ali dan ibu, Forkopimda provinsi Maluku Utara, Anggota DPRD periode 2019-2024, Pejabat Gubernur tahun 2000-2002 Muhyi Effendie, Pj Sekprov Bambang Hermawan, Pimpinan OPD provinsi Maluku Utara, organisasi kepemudaan, dan masyarakat Maluku Utara. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com