Rajut Keberagaman Etnis, Rekam Hadirkan Papua ke Banyuwangi

Home / Berita / Rajut Keberagaman Etnis, Rekam Hadirkan Papua ke Banyuwangi
Rajut Keberagaman Etnis, Rekam Hadirkan Papua ke Banyuwangi Remaja Kampung Baru (Rekam) membawakan tema Papua dalam parade etnik karnaval. (Foto: Agung Sedana/TIMES Indonesia)

TIMESMALUKU, BANYUWANGI – Sebagai wujud keragaman suku etnis dan budaya di Indonesia, Remaja Kampung Baru (Rekam) Desa Jambewangi, menghadirkan tema Papua ke Kabupaten Banyuwangi. Berpakaian adat lengkap serta membawa panah dan tombak, ratusan warga tersebut menari serta berlari-lari dalam parade etnik karnaval yang digelar oleh Pemdes Sempu, Senin (16/9/2019).

"Papua milik kita. Kami Indonesia," teriak para peserta yang didominasi oleh remaja itu.

Rekam-Banyuwangi-2.jpg

Dengan koreografi dan lantunan musik khas Papua, pria wanita, tua muda serta anak-anak turun di sepanjang jalan raya Sempu untuk memeriahkan pesta kemerdekaan HUT ke-74 RI. Mereka meloncat, berlari dan menari, menggunakan jalanan sebagai pentas atas maha karya kreativitas pemuda Gerbang Raung ini. 

Kurang lebih sepanjang 500 meter, barisan Papua tersebut memadati jalanan. Ribuan penonton pun bersorak saat barisan tersebut mulai melakukan atraksi tarian senjata yang dipentaskan. Ada yang ikut menari, ramai-ramai merekam, atau sekadar berswafoto. 

Rekam-Banyuwangi-3.jpg

Dendi Aji Setyawan, salah satu pencetus ide tema Papua tersebut menjelaskan beberapa alasan yang mendasari Rekam mengambil tema tersebut. Papua merupakan salah satu suku di Indonesia yang memiliki karakter dan ciri khas yang kuat. Selain itu, Papua juga memiliki tarian dan pakaian ada yang unik, di mana seketika mata yang melihat akan langsung mengenalinya.

"Papua memiliki ciri khas. Di mana itu sangat bagus sebagai salah satu pakaian adat yang bakal langsung dikenali penduduk. Di mana pun ketika penduduk Indonesia melihat ini, mereka akan bilang, ini Papua," katanya.

Rekam-Banyuwangi-4.jpg

Dendi menuturkan, korefografi tarian pun sudah dilakukan sedemikian rupa disesuaikan dengan tarian asli papua. Selain itu, ada pesan yang ingin disampaikan oleh pemuda Rekam melalui parade ini. Pesan damai dan kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia.

Dalam pembuatan kostum, lanjut Dendi, para pemuda Rekam menggunakan karung goni sebagai bahan utamanya. Selain hemat, juga memanfaatkan barang bekas. Untuk aksesoris berupa senjata, mahkota serta aksesoris lainnya, mereka menggunakan bambu dan bulu ayam.

Rekam-Banyuwangi-5.jpg

"Karnaval itu kan murah. Siapapun dapat melihat dan secara gratis. Sebuah hiburan jalanan milik rakyat, yang terpenting adalah ide serta pesan yang disampaikan. Bukan gemerlap pakaian yang ditampilkan," katanya.

Rekam sendiri pernah sukses dalam kegiatan serupa dengan membawakan tema masa penjajahan yakni Romusha, serta tema Bagong sebagai salah satu karakter pewayangan Jawa. Kali ini, para pemuda kreatif tersebut berhasil memukau  ribuan penonton Jambewangi-Sempu dengan menghadirkan tema Papua di Banyuwangi(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com