Lakukan Reboisasi, KPH Pulau Morotai Pilih Tiga Tanaman Ini

Home / Berita / Lakukan Reboisasi, KPH Pulau Morotai Pilih Tiga Tanaman Ini
Lakukan Reboisasi, KPH Pulau Morotai Pilih Tiga Tanaman Ini Proses penanaman pohon untuk reboisasi Hutan Lindung Pulau Morotai. (Foto: KPH Pulau Morotai)

TIMESMALUKU, PULAU MOROTAI – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Morotai Maluku Utara (Malut) melakukan rehabilitasi atau reboisasi kawasan hutan lindung. Ada 100 ribu pohon yang akan ditanam dalam kawasan hutan lindung, terdiri dari bibit pala, cengkeh, durian dan beberapa jenis kayu.

Pernyataan tersebut disampaikan Plh. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Morotai, Ismit Bilo, saat dikonfirmasi wartawan di kantornya di kompleks Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Senin (29/6/2020).

"Pananaman sementara berjalan sebanyak 100 ribu pohon lebih, terdiri dari bibit pala, cengkeh, durian dan beberapa jenis kayu. Difokuskan pada daerah kawasan hutan lindung, seluas 200 hektar terletak di Desa Sopi Majiko Kecamatan Morotai Jaya," terang Ismit.

Menurutnya, bibit pala, cengkeh, dan durian dipilih sebagai penghijauan kawasan tersebut karena, masyarakat sudah terlanjur berkebun di wilayah itu, makanya tanamannya sudah fleksibel. Tidak semuanya pohon kayu. Tanaman disesuaikan dengan kebutuhan yang di mintah masyarakat atau petani.

Disebutkan Ismit, seluruh bibit pohon yang ditanam saat ini disediakan langsung oleh Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL). 

Sistem penanamannya, kawasan yang telah ditentukan untuk rehabilitasi itu adalah sudah ada yang berkebun, sehingga bibit pohon diserahkan kepada pemilik lahan kebun yang menanam. Tetapi, jika terdapat lahan belum digarap, ada kelompok yang telah dibentuk melakukan penanaman dan apabila ada hasilnya dikembalikan ke mereka.

"Jadi hasil dari penanaman pohon ini untuk masyarakat. Sehingga ada dua keuntungan di sini. Petani dapat hasil atau buah dari tanaman itu dan keasrian hutan tetap terjaga serta dampak positifnya sangat besar buat lingkungan," tutur Plh. Kepala KPH Pulau Morotai, Ismit Bilo, terkait reboisasi kawasan hutan lindung tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com