Hadapi New Normal, Kampung Coklat Blitar Jual Tiket Secara Online

Home / Berita / Hadapi New Normal, Kampung Coklat Blitar Jual Tiket Secara Online
Hadapi New Normal, Kampung Coklat Blitar Jual Tiket Secara Online Simulasi Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 Wisata Kampung Coklat di Plosorejo Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/6/2020). (Foto: Sholeh/TIMES Indonesia) 

TIMESMALUKU, BLITAR – Wisata Kampung Coklat di Kabupaten Blitar akan menerapkan reservasi penjualan tiket secara online dalam masa New Normal nanti.

Edi Purwanto, head office Kampung Coklat mengemukakan, penjualan tiket secara online merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kerumunan penjualan tiket secara manual atau beli langsung.  Hal itu juga merupakan upaya untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid 19.

"Reservasi online kita sudah buka, nanti kita ada sistem penjualan tiket, menggunakan online dengan ponsel jadi nanti kalau datang tinggal barcode saja," urainya, Rabu (3/6/2020).

Selain itu, kata Edi, Kampung Coklat akan mewajibkan semua pengunjung menggunakan masker dan cuci tangan terlebih dulu ketika akan masuk wisata andalan Kabupaten Blitar itu. Kampung Coklat juga sudah menyiapkan lorong disinfektan untuk mensterilkan pengunjung dari virus. 

"Kami sudah mencoba simulasi antara parkir dengan tukang parkiran, kemudian masuk ada lorong disinfektan kemudian wajib menggunakan maskeran,Kalau yang tidak pakai masker, kita jual masker dengan harga murah cuma Rp 2.000," jelasnya. 

Edi mengemukakan, Kampung coklat juga akan menyiapkan ruang kesehatan yang dijaga oleh perawat dengan alat pelindung diri atau APD. Selain itu, untuk menerapkan social distancing, menurut Edi pihaknya akan menambah luas dan kursi yang ada di kampung coklat.

"Kampung Coklat ini kan luas, jadi kita akan tambah luas dan juga penambahan kursi dengan jaga jarak. Sedangkan, di area bioskop kita kurangi kursinya," urai Edi.

Meski demikian, Edi menganjurkan wisatawan untuk tetap jaga jarak. Pihaknya akan membagi jumlah orang dalam satu rombongan ketika berkeliling di Kampung Coklat.

"Biasanya ada rombongan satu kelas maka akan kita bagi menjdi dua rombongan. Kita keliling ke Kampung Coklat tetap ada edukasi pembelajaran coklat juga pembelajaran covid di era New Normal," tegasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com